Keutamaan Takziyah, Mensholatkan dan Memakamkan Jenazah

  • Posted on: Thu, 12/07/2017 - 19:25
  • By: adi

setiadi.info - Suatu hal yang tidak terpikirkan atau terbayangkan oleh penulis sebelumnya, bila saat ini salah satu aktifitas penulis seperti mengantar, mensholatkan dan ikut memakamkan jenazah, sedikitnya dalam satu minggu aktifitas tersebut dilakukan oleh Penulis.

Tak terbayangkan sebelumnya, bahwa memasuki dunia politik, menjadi pengurus partai politik ternyata mempunyai nilai manfaat yang sangat tinggi, bagaimana tidak, kami bisa menyampaikan atau menyalurkan aspirasi,permintaan, kebutuhan masyarakat kepada Partai atau bila memungkinkan ditindaklanjuti sendiri. Partai Politik (Partai Perindo) telah menyiapkan fasilitas yang siap didistribusikan kepada masyarakat, untuk membantu masyarakat, yang salah satunya adalah fasilitas mobil Ambulance Gratis, yang tentu saja sangat membatu bagi warga yang sedang tertimpa musibah.

Melalui Partai Politik (Partai Perindo) akhirnya kami menyadari bahwa menjadi pengurus, simpatisan, ataupun relawan menjadi insan yang sangat bermanfaat bagi sesama dan lingkungan, sebelum bergabung di Partai Perindo tentu saja aktifitas sosial sangat terbatas karena kemampuan juga terbatas. Salah satu contohnya  apabila ada warga yang membutuhkan mobil ambulance untuk keperluan menjemput atau mengantarkan jenazah, baik dari rumah sakit ke rumah duka, atau dari rumah duka ke pemakaman.

Lihat Video : Setahun Melangkah Bersama DPC Kebayoran Baru

Secara tidak langsung kami juga turut bertakziyah, yang dilanjutkan dengan men-Sholatkan Jenazah, dan terakhir mengantar jenazah ke pemakaman hingga selesai jenazah dimakamkan. Dan sesungguhnya, bertakziyah, mensholatkan hingga mengikuti prosesi pemakaman mempunyai nilai ibadah  yang sangat tinggi seperti sabda Rasulullah Shallahu 'Alaihi wa Sallam, yang artinya : " barang siapa yang menyaksikan jenazah sampai ia mensholatkannya, maka baginya satu qiroth. Lalu barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka bagiunya dua qiroth". Ada yang bertanya, "Apa yang dimaksud dua qiroth?" Rasulullah shallahu 'alaihi wa sallam lantas menjawab, " Dua qiroth itu semisal dua gunung yang besar." ( HR. Bukhari no. 1325 dan Muslim no. 945)

 

Sholat Jenazah

Hukum sholat jenazah adalah fardhu kifayah, jika sebagian kaum muslim telah melakukannya, maka gugurlah kewajiban bagi yang lainnya, disini penulis ingin mengingatkan kepada diri penulis sendiri dan semoga bermanfaat untuk menambah pengetahuan kepada yang membutuhkan, Rukun Shalat Jenazah ada 7, yaitu : Niat, Berdiri bagi yang mampu, Takbir empat kali, Membaca surat Al-Fatihah, Membaca sholawat asat nabi, Mendoakan mayat, Memberi salam.

Niat Sholat Jenazah Laki-Laki :  USHOLI 'ALAA HAADZAL MAYYITI ARBA'A TAKBIRAATIN FARDHOL KIFAAYATI MA'MUUMAN LILLAHI TA'AALA.

Niat Sholat Jenazah Perempuan :  USHOLI 'ALAA HAADZIHIL  MAYYITATI ARBA'A TAKBIRAATIN FARDHOL KIFAAYATI MA'MUUMAN LILLAHI TA'AALA.

Melalui artikel yang pendek dan sederhana ini semoga saja menjadi motivasi bagi penulis, keluarga dan saudara penulis, dan umat muslim untuk bertaziyah apabila ada yang meninggal dunia, mensholatkan hingga sampai ke pemakaman, ingatlah bahwa kita semua akan mendapat gilirannya, bahwa semua mahluk hidup yang bernyawa pasti akan mengalami kematian.

- Selalu Menjadi yang Bermanfaat - ASW

 

 

Tags: