Sehari Bersama Ambulance Perindo

  • Posted on: Thu, 01/18/2018 - 16:31
  • By: setiadi

setiadi.info - Usai menjalankan kewajiban Sholat Subuh, persiapan penjemputan sesuai dengan reservasi ibu Sulastri 4 hari sebelumnya, bahwa hari ini, Kamis (18/01/2018) pukul 07.00 WIB ibunda tersayang, Ibu Sulasmi, yang terkena sakit stroke sejak tahun 2013 memerlukan bantuan mobil ambulance untuk berobat ke RS Fatmawati.

Dengan berbekal roti tawar dan teh panas manis, mulai mengemudikan mobil ambulance menuju Jl. H. Samali, Pasar Minggu untuk menjemput Ibu Upik, salah satu Pengurus DPC Partai Perindo Pasar Minggu yang kebetulan neneknya tiggal tidak jauh dari Ibu Sulasmi, hingga perjalanan menuju Srengseng Sawah lebih cepat karena ada pemandunya. Tepat pukul 07.00 WIB kami tiba di Lokasi, setelah bertemu dengan keluarga ibu Sulasmi, kami mempersiapkan bed, selanjutnya ibu Sulasmi di tandu dan naik mobil ambulance. (Baca Juga : Ambulance Gratis di Jakarta Selatan)

Perjalanan dipagi hari saat jam masuk kantor, kemacetan ada dimana-mana, dibutuhkan kesabaran untuk mengemudi, rotator dan sirine ambulan menyala, membantu membelah kemacetan arus lalulintas. Tiba di Lobby RSUP Fatmawati, menurunkan ibu Sulasmi dan mengganti dengan kursi roda milik rumah sakit, dan putranya yang datang lebih awal untuk mendaftar, berangkat dengan menggunakan sepeda motor pukul 05.00 ternyata mendapat nomor urut 351, WOW saat itu lobby rumah sakit penuh dengan pasien dan pengantarnya.

Menunggu pasien berobat dengan nomor antrian yang lumayan tinggi, saya memperkirakan akan selesai diatas jam 12.00, dan mempersilahkan bila bu Upik akan pulang atau tetap menunggu di Rumah Sakit, da akhirnya memutuskan pulang, mengantar ibu Upik hingga keluar arena rumah sakit dan  mendapatkan kendaraan yang mengantar pulang, saya memesan segelas kopi hitam di pinggir jalan, terasa sangat nikmat, hilang rasa lelah dan kembali bersemangat, istirahat sejenak sambil upload facebook dan klik BAGIKAN, jreng ter-upload beberapa foto saat mobil ambulance di parkir, proses evakuasi dari rumah menuju mobil ambulance, dan suasana di dalam mobil.

Segelas kopi hitam telah habis, kembali ke lobby rumah sakit tempat ambulance di parkir, tiba-tiba ada paggilan telpon masuk dari Pak Agung, salah satu Ketua RT di Kelurahan Gandaria Utara, Beliau menanyakan keberadaan saya, dan meminta bantuan karena warganya ada yang sakit dan kritis, setelah memberitahukan lokasi saat itu dan kesiapan untuk menjemput mas Rico yang sedang sakit, mobil ambulan meluncur membelah kemacetan di Jalan Raya RS Fatmawati menuju rumah pasien, diperlukan waktu sekitar 20 menit tiba di lokasi, dan dengan sigap, pak Agung setelah saya telpon, berlari menghampri saya dan langsung menurunkan bed untuk evakuasi dari rumah ke mobil ambulance. (Baca Juga : Ambulance Gratis di Kebayoran Baru)

Gotong Royong warga sangat terasa, dimana dengan gesit, warga, para tetangga, mengatur parkir mobil, mengangkat tandu hingga evakuasi sangat cepat, padahal lokasi rumah ada di dalam gang dan agak jauh dari parkir mobil, sangat tepat bila jalan dimana mobil ambulance parkir, adalah Jalan Gotong Royong.

Secepatnya ambulance menuju RS Fatmawati, kami bertiga, saya bersama mas Rico yang sakit dan Ibunya, kali ini suara rotator saya nyalakan pada volume maksimal, lampu sirine merah menyala, termasuk lampu penerangan mobil, mengingat mas Riko dalam kondisi yang kritis. Tiba di UGD RSUP Fatmawati langsung diberikan tindakan medis dan saya keluar dari ruang tersebut, memasukkan tandu, mengisi buku tamu, dan kembali ke Lobby RSUP Rawat Inap untuk mengantar pulang ibu Sulasmi.

Sekitar pukul 12.30 Bapak Sutarjo, suami ibu Sulasmi, memberitahukan telah selesai berobat dan bisa pulang,dan kami meninggalkan Rumah Sakit, tidak ada hambatan perjalanan di siang hari, lalu lintas lancar, tiba di depan gang barokah saya mengecek HP ternyata ada panggilan tak terjawan dari Pak Agung dan ada pertanyaan di WA perihal keadaan mas Rico, karena ada kabar telah meninggal. Akhirnya saya kembali ke RSUP Fatmawati untuk mengecek langsung, dan di ruang tunggu bertemu dengan keluarga, mengabarkan saat ini masih dirawat tetapi agak kritis, tak lupa saya informasikan juga kepada pak Agung sambil mengirimkan foto pertemuan saya dengan keluarga di ruang tunggu Rumah Sakit.

Akhirnya saya berpamitan untuk pulang sambil menyatakan bahwa tidak baik menunggu orang sakit dengan membawa mobil ambulance, dan mereka mengiyakan sambil mengucapkan terimakasih atas bantuannya, Terimakasih Partai PERINDO, Terimakasih Ambulance PERINDO.