Mengantar Bapak Pardjono

  • Posted on: Thu, 11/22/2018 - 12:02
  • By: adi

setiadi.info - Jum'at (8/11/2018) Saat itu di wilayah kelurahan Kramat Pela sedang ada kegiatan PSN dan kegiatan yang berhubungan dengan PKK lainnya, dan pada saat yang bersamaan tiba-tiba ada warga yang sakit dan harus secepatnya diambil tindakan medis, ibu Turipeh yang merupakan kader PKK langsung menelpon saya untuk meminta pertolongan mobil ambulance, rencananya akan di bawa terlebih dahulu di Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru di Jl, Iskandarsyah,

Sehubungan keadaan darurat, ambulance melaju cukup kencang menuju ke kediaman pak Pardjono di Jl. Pandan, Kramat Pela, waktu masih pukul 10,00 pagi di hari Jumat, laju ambulan terhalang dengan penutupan jalan yang akan digunakan untuk Sholat Jumat, saya bingung dan menelpon Ketua Ranting Partai Perindo Kramat Pela, Bapak Juliansyah untuk mencari solusi mengingat jalanan sempit, dan akhirnya dengan dipandu pak Juliansyah ambulan mundur dan mengambil jalan lainnya. Setibanya diJalan Pandan, pak Pardjono beserta keluarga dan para kader PKK telah siap menunggu, secepatnya pasien dibaringkan di dalam tandu, dan masuk berbaring di dalam ambulance, saya sangat kagum dengan ibu-ibu kader PKK yang cekatan, ringan tangan membantu sesama.

BACA : Sakit Stroke Memakamkan Hingga Jemput Jenazah  ( kegiatan ambulance dalam satu hari )

Kondisi jalan saat itu cukup padat, terjadi kemacetan di perempatan jalan Wijaya, tiba di Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru, langsung diantar masuk ke UGD dan saya menunggu tindakan medis hingga sekitar pukul 13.00, sebagai pengemudi ambulance, saya alhamdulillah sudah terlatih untuk bersabar menunggu saaat tindakan medis, yang hasilnya apakah pasien rawat inap, rawat jalan atau bahkan dirujuk ke Rumah Sakit lainnya, yang tentu saja membutuhkan transportasi mobil ambulance.

Saat itu hari Jumat dan hujan turun sangat deras, mulai terlihat kemacetan lalu lintas dan akhirnya pasien dirujuk ke salah satu Rumah Sakit Swasta di Jl. Fatmawati Raya, Cukup lama den perlahan ambulan menuju rumah sakit, saat itu sedang ada perbaikan saluran air di pinggir-pinggir jalan, serta kurangnya kesadaran para pengemudi untuk memberikan jalan ambulance yang sedang meminta jalan, walaupun terlihat jelas kami sedang membawa pasien sakit yang harus segera mendapat pertolongan dokter, tiba di depan UGD pasien belum sempat diturunkan tetapi ditolak oleh pihak RS karena penuh, keluarga sempat protes sebentar minta tolong diperiksa karena kondisi yang sangat kritis.

Keluarga sempat frustasi dan meminta saya untuk mengantar pulang saja, percuma berobat ke rumah sakit, toh akhirnya akan ditolak juga, dalam perjalanan pulang, saya membujuk putra pak Pardjono agar meneruskan perjalanan ke Rumah Sakit agar ayahnya berobat, bapak tinggal pilih, mau ke RSUP Fatmawati atau RSUD Pasar Minggu, ayo saya siap mengantar, kasian Bapak harus segera diobati, demikan saya membujuknya.Alhamdulillah, mas Anto, putra pak Pardjono menyetujui dan menimta saya untuk mengantar ayahnya ke RSUD Pasar Minggu, ambulan menjaci jalan putar arah dan menuju RSUD Pasar Minggu melalui Jl. fatmawati Raya dan Jl. TB Simatupang.

Setibanya di Lobby UDG RSUD Pasar Minggu, diadakan pemeriksaan sementara, sedikit wawancara ke pihak keluarga dan langsung mendapat tindakan medis, saat itu saya tetap menunggu dan hasilnya pasien rwat inap. Akhirnya saya pamit kembali pulang ke rumah.

Terkadang kita menyepelekan keberadaan ambulance, padahal saat diperlukan dalam keadaan darurat sangat membantu, untuk saudara2 relawak kemanusiaan teruslah bersemangat untuk mensosialisasikan bantuan ambulance, agar apabila ada keperluan darurat segera dapat tertangani, semoga kita semua bisa saling membantu dan menjadikan ladang ibadah kita semua, aamiin